Hukum Qurban dalam Islam Bagi Orang Meninggal

0 206

Setiap yang bernyawa akan mati, dan bagi manusia yang telah meninggal maka akan terputus semua amalnya. Namun tidak untuk tiga jenis amalan yang akan mengalir selamanya, yaitu amal jariyah, ilmu, dan anak soleh. Kemudian seperti apa hukum qurban dalam Islam untuk orang yang telah meninggal. Banyak orang melaksanakan kurban atas nama orang tua atau kerabat yang sudah tiada. Hal tersebut masih belum banyak diketahui hukumnya secara jelas, apakah sah atau tidak. Masyarakat pun masih banyak yang bingung dan bertanya-tanya mengenai hukum untuk berkurban atas nama orang yang sudah meninggal. Berikut adalah beberapa hal mengenai kurban untuk orang meninggal.

Kurban untuk yang Sudah Meninggal

Tentang kurban sendiri adalah sebuah ibadah yang diwajibkan untuk masing-masing muslim. Berkurban menjadi tanggung jawab diri sendiri untuk ditunaikan saat Idul Adha. Kurban dilaksanakan setelah shalat ied dan dilakukan oleh muslim. Berkurban harus memenuhi semua syarat berkurban dan juga syarat hewan kurban. Hukum qurban dalam Islam mengatur semua hal, mulai dari hewan untuk kurban sampai waktu dan cara menyembelih hewan kurban. Tidak ada ayat Al-Qur’an yang  menerangkan dengan jelas bagaimana hukumnya jika berkurban atas nama orang yang sudah meninggal. Menurut sebagian besar ulama, hal tersebut boleh dilakukan dan sah. Apalagi untuk orang yang sebelum meninggal pernah memiliki nazar atau berwasiat untuk berkurban. Jika seperti itu, maka ahli waris wajib menunaikan nazar untuk berkurban.

Kemudian bagaimana dengan pahalanya, apakah sampai kepada orang yang meninggal tersebut atau tidak. Kurban untuk orang meninggal merupakan ibadah yang masuk sebagai sedekah. Pendapat para ulama menyebutkan bahwa sedekah atas orang yang sudah meninggal akan sampai. Semua sedekah harta lain tidak hanya kurban. Hukum qurban dalam Islam hanya menyebutkan orang yang diwajibkan berkurban dan cara pelaksanaannya. Memang lebih baik jika kurban dilaksanakan segera untuk yang sudah mampu. Kematian tidak diketahui kapan datangnya, dan bisa saja sebelum seseorang menunaikan kewajiban berkurban. Untuk muslim yang sudah mampu jangan ragu atau pun menunda-nunda kurban. Ibadah tersebut tidak akan membawa kerugian, melainkan mendekatkan seseorang pada kenikmatan dan rezeki.

Pertanyaan lain yang banyak dimiliki masyarakat adalah lebih utama mendahulukan kurban untuk diri sendiri atau kurban untuk orang tua yang sudah meninggal. Mukalaf merupakan sebutan untuk orang yang diwajibkan berkurban. Mukalaf merupakan muslim yang sudah balig, berakal, dan mampu. Sedangkan orang yang sudah tiada telah terlepas dan tidak lagi masuk sebagai golongan mukalaf. Orang yang sudah meninggal harus segera memberikan kurban apabila memiliki nazar atau wasiat. Namun jika tidak, hukum qurban dalam Islam lebih mengutamakan orang yang masih hidup. Jadi lebih utama berkurban bagi orang yang masih hidup yang tergolong sebagai mukalaf.

Category: LifetsyleTags:
author
No Response

Leave a reply "Hukum Qurban dalam Islam Bagi Orang Meninggal"